Mungkin kita sering mengecambahkan niat, namun sering juga tidak istiqomah menumbuhkannya menjadi tekad.. sebaiknya kita tidak setengah setengah dalam menyusun pondasi untuk melakukan aktivitas.. perkuat dan totalitas.. dalam perjalanan menapaki aktivitas terkadang merasa ragu apakah kita ini mampu.. perlu kita sadari bahwa yang membuat kita ragu untuk melangkah jauh ke depan sebenarnya hanyalah ketakutan di dalam hati kita dan kurang berdoa kepada Nya..
kita harus yakin bahwa sesuatu yang baik dan berharga itu bisa didapatkan bukan karena dia pantas dan dia berhak, namun seringkali bisa diraih seseorang ketika dia mau mencoba dan berusaha mendapatkannya.. walau seringkali kita gagal, sering kali kita putus asa namun kita harus selalu bersemangat, untuk bisa bersemangat kita harus bisa menyemangati diri sendiri.. bagaimana caranya? kita bisa memulai dengan menyemangati orang lain.. kita bisa belajar pada hujan yang mulai mengisi kehidupan kita sehari- hari.. pada hujan kita belajar untuk menerima.. diciptakan untuk jatuh berkali-kali..
sedikit merenung dan mengingat saat kita masih SD, SMP, SMA..Saat kita belajar di sekolah, kita dapat pelajaran dulu kemudian diuji. Tapi di kehidupan sebenarnya, kita diuji dahulu, baru mendapatkan pelajaran.. dari ujian kita akan mendapatkan hasil.. walau terkadang yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, bahkan tidak sepadan dengan yang kita keluarkan dan kita usahakan.. hidup ini merupakan fase dimana kita belajar tanggung jawab atas segala sesuatu yang titipkan ke kita ketika jiwa ini masih melekat pada raga..sesuatu yang “tanggung” aja rasanya tak menyenangkan, apalagi harus“menanggung”.. sudah seharusnya kita memaksimalkan apa yang ada sebisanya..
Disadari atau tidak bagian terlemah dari kehidupan kita adalah hati.. dia cenderung ingin lari ketika kita sudah merasa tak kuat lagi.. sedangkan komponen terkuat dari kehidupan kita adalah nafsu, sulit ditundukkan dan cenderung menguasai.. seringkali dia lah yang berbuat onar di kehidupan ini.. Ketika iman itu turun maka kualitas bicara, berpikir dan produktivitas pun ikut turun juga.. menjaga kualitas jiwa sangatlah penting karena dialah yang menggerakkan raga kita.. ketika jiwa kita baik maka raga kita juga akan baik.. hal ini akan berimbas pula pada hasil dari setiap aktivitas kita..
***
Sudut Perpustakaan, 02.12.14 - 06:58
0 komentar:
Posting Komentar